Jakarta, Comunitynews— Pemerintah pusat menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi untuk mempercepat penyediaan hunian tetap bagi masyarakat korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Sebanyak 2.600 unit rumah direncanakan dibangun di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama jajaran menteri dan kepala daerah di Jakarta, Kamis (25/12).
Maruarar menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan komitmen negara untuk memastikan warga terdampak bencana dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan realisasi program tersebut.
“Pembangunan 2.600 hunian tetap ini dilakukan melalui semangat gotong royong antara pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Tujuannya bukan hanya membangun rumah, tetapi memulihkan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Maruarar dalam keterangannya, Jumat.
Ia menambahkan, seluruh lokasi hunian akan dipastikan berada di kawasan yang aman dari ancaman bencana lanjutan, tidak merusak lingkungan, serta memiliki akses terhadap fasilitas umum dan kepastian hukum lahan.
“Penataan lokasi harus matang agar masyarakat dapat tinggal dengan aman, nyaman, dan memiliki kepastian jangka panjang,” tegasnya.
Maruarar juga menekankan peran penting pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan dan perizinan. Menurutnya, kesiapan daerah akan menentukan kecepatan pembangunan hunian tetap yang dirancang secara gotong royong ini.
Selain membahas hunian tetap, rapat tersebut juga mengulas langkah-langkah penanganan sementara bagi warga terdampak. Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat akan ditempatkan di hunian sementara (huntara).
Kementerian Sosial RI turut menyiapkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama maksimal tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa bantuan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi pascabencana.
“Pemerintah hadir untuk menjamin kebutuhan dasar warga selama mereka tinggal di hunian sementara hingga hunian tetap siap ditempati,” ujarnya secara daring.
Rapat koordinasi ini dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, baik secara langsung maupun virtual.
.jpg)

