ADS

ads

,

Iklan

KBRI Yangon Fasilitasi Pemulangan Awal 56 WNI dari Myanmar

8 Des 2025, 21:54 WIB Last Updated 2025-12-08T14:54:26Z


Yangon, Comunitynews— Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon memulai tahap pertama pemulangan puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak penertiban pusat aktivitas online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy, Myanmar.


Sebanyak 56 WNI telah dipindahkan pada Senin, 8 Desember 2025, dari wilayah Myawaddy menuju Mae Sot, Thailand, sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia.


Mereka merupakan bagian dari lebih dari 300 WNI yang saat ini berada dalam pengawasan otoritas Myanmar sejak operasi penegakan hukum yang dimulai pada 22 Oktober 2025.


Hasil Diplomasi Intensif


KBRI Yangon menyatakan bahwa pemindahan ini merupakan hasil dari serangkaian negosiasi dan koordinasi yang berlangsung selama beberapa minggu dengan aparat Myanmar. Proses tersebut juga melibatkan KBRI Bangkok, terutama dalam penyiapan jalur lintas batas dan rute pemulangan.


Sebelum diberangkatkan, para WNI telah menjalani proses administrasi berupa verifikasi identitas, perekaman biometrik, hingga pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi untuk memastikan kesiapan pemulangan.



Akan Tiba di Indonesia 9 Desember Setibanya di Mae Sot, Thailand, para WNI dijadwalkan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan komersial rute Bangkok–Soekarno-Hatta, dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 9 Desember 2025.


Proses pemindahan dari Myanmar berlangsung dengan pengamanan ketat. Situasi keamanan di Myawaddy disebut fluktuatif dan berisiko, sehingga pergerakan dilakukan secara terkoordinasi dan terukur.



Upaya Berkelanjutan untuk WNI Lain


KBRI Yangon menegaskan bahwa pemindahan ini merupakan langkah awal dari proses pemulangan WNI dalam jumlah lebih besar. Upaya diplomasi dan teknis terus dilakukan agar sisa WNI yang masih berada dalam penanganan otoritas Myanmar dapat segera dipulangkan.


“Keselamatan dan kepastian perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan penanganan,” demikian pernyataan resmi KBRI Yangon.



Imbauan untuk Masyarakat


Sebagai bagian dari pesan publik, KBRI kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak resmi, atau menjanjikan penghasilan tinggi tanpa kejelasan legalitas.


Modus tersebut sering kali menjadi pintu masuk tindakan eksploitasi, penipuan, dan jeratan jaringan kriminal transnasional.


Tahap selanjutnya akan diumumkan setelah proses pemulangan batch pertama berhasil dilakukan dan kondisi lapangan kembali dinilai aman.

Iklan