ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Jalur Terbuka Kembali, Jembatan Darurat Pulihkan Mobilitas Warga di Aceh

27 Des 2025, 15:15 WIB Last Updated 2025-12-27T08:15:54Z


Jakarta, Comunitynews— Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan enam jembatan darurat jenis Bailey yang kini mulai difungsikan untuk menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi. Di saat bersamaan, belasan jembatan lainnya masih dikebut pengerjaannya.



Sebagian besar jembatan yang telah rampung berada di Kabupaten Bireuen. Lima jembatan darurat di wilayah ini kembali membuka jalur vital antarkecamatan dan antarwilayah, yang selama beberapa pekan terakhir lumpuh akibat terjangan bencana. Salah satunya adalah Jembatan Teupin Mane yang menjadi penghubung penting jalur Bireuen–Bener Meriah–Takengon, serta Jembatan Teupin Reudeup di ruas strategis menuju Lhokseumawe.



"Pemulihan akses juga terasa di jalur Peudada menuju pusat Kabupaten Bireuen setelah Jembatan Jeumpa atau Cot Bada selesai dipasang. Sementara itu, Jembatan Matang Bangka kembali menghubungkan dua gampong yang sebelumnya terputus, yakni Matang Bangka dan Matang Teungoh. Adapun Jembatan Kutablang di jalur Bireuen–Lhokseumawe kini tinggal menunggu tahap akhir penyelesaian dengan progres hampir tuntas".



Di Kabupaten Bener Meriah, satu jembatan Bailey lainnya, Jembatan Weh Pase, telah berfungsi penuh. Infrastruktur ini menjadi akses penting yang menghubungkan Aceh Utara dengan wilayah Bener Meriah, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas warga.



Pemerintah tidak berhenti pada enam jembatan tersebut. Sebanyak 12 jembatan darurat lainnya tengah dipercepat pembangunannya di sejumlah daerah terdampak, seperti Nagan Raya, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Kota Lhokseumawe. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas darat dapat pulih secara menyeluruh.



Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menegaskan bahwa pembukaan akses transportasi darat menjadi fokus utama dalam masa pemulihan, mengingat kerusakan infrastruktur berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi bantuan.



Hal senada disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB menilai bahwa pulihnya jalur darat merupakan kunci dalam mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.



“Ketika akses transportasi kembali terbuka, pengiriman bantuan, alat berat, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan sosial dan ekonomi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.



Dengan semakin banyaknya akses yang kembali terbuka, pemerintah optimistis roda kehidupan masyarakat Aceh akan berangsur pulih, seiring dengan upaya berkelanjutan membangun infrastruktur permanen di wilayah-wilayah terdampak bencana.

Iklan