ADS

ads

,

Iklan

Indonesia Tegaskan Penyelesaian Damai Ketegangan Kamboja–Thailand di Forum Menlu ASEAN

22 Des 2025, 18:07 WIB Last Updated 2025-12-22T11:07:59Z


Kuala Lumpur, ComunitynewsPemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian konflik secara damai di kawasan Asia Tenggara. Dalam Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia mendorong agar ketegangan di perbatasan Kamboja dan Thailand diselesaikan melalui dialog dan mekanisme diplomatik.



Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri forum yang dipimpin Menteri Luar Negeri Malaysia selaku Ketua ASEAN, Senin (22/12/2025). Pertemuan ini diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi di wilayah perbatasan Kamboja–Thailand sejak awal Desember 2025.



Forum tersebut dihadiri para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN. Sementara Myanmar diwakili oleh pejabat non-politis dan Vietnam hadir pada tingkat pejabat tinggi.



Dalam pertemuan itu, Menlu Sugiono menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Malaysia yang dinilai berhasil menjaga soliditas dan persatuan ASEAN di tengah dinamika kawasan. Indonesia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan penggunaan kekuatan bersenjata, serta segera membuka kembali ruang dialog guna meredakan ketegangan.



Indonesia menyoroti dampak kemanusiaan akibat eskalasi konflik yang dinilai semakin mengkhawatirkan, mulai dari jatuhnya korban jiwa, luka-luka, hingga meningkatnya jumlah warga sipil yang mengungsi. Situasi tersebut, menurut Indonesia, memerlukan respons bersama ASEAN secara cepat dan terkoordinasi.


Menlu Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi aktif dan konstruktif, termasuk melalui partisipasi dalam ASEAN Observer Team, guna membantu memantau kondisi di lapangan sesuai mandat yang disepakati ASEAN.


Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan peran ASEAN dalam pencegahan konflik dan penyelesaian sengketa secara damai. Pemanfaatan instrumen regional seperti Treaty of Amity and Cooperation (TAC) serta mekanisme diplomasi ASEAN dinilai krusial untuk menjaga stabilitas kawasan.



Pertemuan tersebut menghasilkan Chair’s Statement yang menegaskan kembali komitmen negara-negara ASEAN terhadap persatuan, sentralitas ASEAN, serta pentingnya membangun kembali kepercayaan dan melanjutkan dialog, baik melalui jalur bilateral maupun dengan fasilitasi Ketua ASEAN.



“Sebagai satu keluarga besar ASEAN, Indonesia percaya Kamboja dan Thailand dapat menemukan solusi damai melalui dialog yang konstruktif,” ujar Menlu Sugiono.



Di sela-sela agenda pertemuan, Menlu Sugiono juga menggelar pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn untuk membahas langkah-langkah penguatan peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Iklan