ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Haul ke-6 Almaghfurlah H. Niman, Ustadz Zaky Mubarok Tekankan Makna Keteladanan dan Kesalehan Sosial

29 Des 2025, 12:04 WIB Last Updated 2025-12-30T02:47:49Z


JAKARTA TIMUR, Comunitynews— Ribuan jamaah memadati kawasan Jalan Pondok Kelapa Selatan, Jakarta Timur, dalam peringatan Haflah Haul ke-6 Almaghfurlah H. Niman bin H. Ahmad, Minggu (28/12/2025). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, ditandai dengan lantunan salawat, tahlil, serta doa bersama yang menggema hingga malam hari.


Peringatan haul ini digelar oleh keluarga besar almarhum bersama masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepada sosok yang dikenal luas memiliki kontribusi besar dalam kehidupan keagamaan dan sosial di lingkungan Pondok Kelapa dan sekitarnya.


Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Zaky Mubarok yang menyampaikan pesan mendalam tentang makna haul sebagai momentum muhasabah dan penguatan nilai spiritual. Dalam ceramahnya, Ustadz Zaky menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan kesalehan para pendahulu.



“Haul bukan hanya mengenang orang-orang saleh yang telah wafat, tetapi bagaimana kita melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang mereka tanamkan semasa hidup,” ujar Ustadz Zaky Mubarok di hadapan jamaah.


Sejak selepas Isya, arus jamaah terus berdatangan. Mayoritas mengenakan busana putih, menciptakan suasana religius yang menenangkan. Kehadiran para ulama sepuh, tokoh masyarakat Lampiri, serta warga dari berbagai wilayah semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan silaturahmi.


Rangkaian acara juga diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa yang dipimpin oleh para tokoh agama setempat. Jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah, mencerminkan kuatnya ikatan spiritual antara masyarakat dengan nilai-nilai keislaman yang diwariskan almarhum.


Peringatan Haul ke-6 ini diharapkan menjadi pengingat kolektif akan pentingnya menjaga tradisi keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat kesalehan sosial di tengah dinamika kehidupan perkotaan.


Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, keberkahan wilayah Pondok Kelapa, dan kedamaian bangsa. Malam itu, cahaya lampu panggung dan lantunan doa menjadi saksi bahwa syiar Islam tetap hidup dan mengakar kuat di Jakarta Timur.

Iklan