ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

BNPB Pastikan Bantuan Bencana Cepat Tersalurkan, Logistik Tak Mengendap Lebih dari 2 Hari

30 Des 2025, 22:26 WIB Last Updated 2025-12-30T15:26:40Z

Jakarta, Comunitynews— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya dalam memastikan distribusi bantuan bagi korban banjir dan longsor di wilayah Sumatra berjalan cepat dan tepat sasaran. Seluruh logistik yang masuk ke posko dipastikan tidak tertahan lebih dari 2x24 jam sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak.



Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ketentuan tersebut telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di seluruh wilayah penanganan bencana.



“Dalam SOP kami, tidak ada bantuan yang boleh mengendap lebih dari 2x24 jam. Semua logistik yang datang harus segera disalurkan. Rata-rata laju distribusi di setiap posko sudah melampaui 80 persen,” ujar Abdul Muhari saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).



Ia menyebutkan, Posko Halim Perdanakusuma menjadi salah satu contoh optimalnya penyaluran bantuan. Selama satu bulan terakhir, posko tersebut menerima sekitar 1.500 ton logistik dan telah mendistribusikan sebanyak 1.526 ton, dengan tingkat penyaluran mencapai 97 persen.



“Angka tersebut menunjukkan distribusi berjalan sangat efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.



Sementara di Posko Iskandar Muda, Aceh, bantuan yang masuk tercatat mencapai 1.341 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ton telah disalurkan kepada warga terdampak, dengan tingkat distribusi sebesar 80,93 persen.



Capaian serupa juga ditunjukkan posko lainnya. Posko Silangit di Sumatra Utara mencatat laju distribusi logistik hingga 98,2 persen, sedangkan Posko Sumatra Barat mencapai 93,5 persen.



Menurut Abdul Muhari, fokus pemerintah dalam penanganan bencana tidak hanya pada pendistribusian bantuan logistik. Sejak hari pertama bencana, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan layanan publik yang terdampak.



“Selain fase tanggap darurat, saat ini kami juga tengah menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap,” tutupnya.

Iklan