ADS

ads

,

Iklan

Bantuan Tembus 500 Ribu Ton, Pemerintah Kerahkan Operasi Logistik Nasional untuk Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

4 Des 2025, 08:52 WIB Last Updated 2025-12-04T01:52:11Z


Jakarta, Comunitynews— Pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir besar yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara harus hadir penuh dalam masa darurat dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah kini berfokus pada stabilisasi pasokan logistik, pemulihan layanan publik, dan memastikan bantuan menjangkau kawasan yang sebelumnya terisolasi.


 “Lebih dari 500 ribu ton bantuan telah kita salurkan, termasuk sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, dan perlengkapan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12).



Untuk memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan, pemerintah mengaktifkan pola operasi logistik nasional. Pesawat angkut militer A-400 diturunkan untuk mobilisasi bantuan skala besar, sementara CN-295, C-130J Hercules, serta puluhan helikopter TNI, Polri, dan BNPB menyasar titik-titik terdampak yang masih sulit dijangkau jalur darat.


Sejumlah wilayah seperti Langsa dan Aceh Tamiang disebut kembali dapat diakses setelah operasi udara berlangsung intensif dalam beberapa hari terakhir.


Selain jalur udara, logistik juga dikirimkan melalui laut menggunakan armada TNI AL. Seluruh moda transportasi tersebut dikendalikan melalui pos komando bencana yang diperkuat sejak awal pekan ini.


 “Kita juga mendirikan pos kesehatan, pos logistik, dan dapur lapangan di sejumlah titik prioritas,” tambah Pratikno.



Pemerintah memastikan penyediaan layanan publik tetap berjalan. Dapur pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dikerahkan untuk menyediakan makanan siap santap, sementara BUMN bergerak cepat memulihkan jaringan telekomunikasi, listrik, hingga pasokan BBM.


Pratikno menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada suplai logistik, namun berlanjut ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.


“Dalam 100 hari pertama, pemerintah menargetkan percepatan pemulihan. Dalam satu tahun, masyarakat dapat melihat pencapaian yang terukur, termasuk pembangunan kembali sarana vital dan rumah warga,” ujarnya.



Ia menutup dengan menyampaikan bahwa pemerintah akan terus bekerja hingga seluruh layanan dasar kembali normal dan masyarakat dapat melanjutkan kehidupan secara aman dan layak.

Iklan