Aceh Tamiang, Comunitynews— Suasana posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang mendadak riuh ceria ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk meninjau kondisi warga terdampak banjir bandang dan longsor, Jumat (12/12). Di tengah kepadatan tenda dan aktivitas relawan, tawa anak-anak menjadi pemandangan yang menghangatkan.
Kedatangan Presiden Prabowo bukan hanya menarik perhatian orang dewasa, tetapi juga membuat anak-anak pengungsi berlari kecil mendekatinya. Mereka tak segan memberikan senyum lebar, melambaikan tangan, dan memanggil-manggil Presiden yang menghampiri mereka sebelum melanjutkan agenda peninjauan.
Prabowo terlihat menyapa satu per satu, bahkan sempat berjongkok dan duduk bersama anak-anak pengungsi. Ia memberikan pelukan singkat, menepuk lembut bahu mereka, dan mendengar cerita kecil dari beberapa anak yang berani mendekat.
Salah satu dari mereka, Lubnah, siswi kelas empat SD, menyampaikan rasa bahagianya dengan polos dan spontan. “Senang! Terima kasih Bapak Presiden!” katanya sambil tersenyum lebar. Lubnah juga menyatakan harapannya agar akses air bersih di pengungsian segera membaik.
Harapan sederhana Lubnah mencerminkan beratnya beban yang kini ditanggung warga Aceh Tamiang. Banyak rumah tersapu banjir bandang, memaksa keluarga-keluarga bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu kepastian pemulihan.
Dalam sambutannya di hadapan para pengungsi, Prabowo menaruh perhatian khusus pada anak-anak yang terdampak. Ia mengingatkan mereka agar tetap kuat dan tidak kehilangan semangat di tengah situasi sulit.
“Anak-anak, yang tabah, yang semangat. Kita upayakan secepatnya agar kalian bisa kembali sekolah,” ucap Prabowo.
"Tidak hanya berinteraksi dengan anak-anak, Presiden juga meninjau langsung kondisi beberapa pengungsi yang tengah sakit. Ia memasuki tenda medis, menyalami warga yang terbaring lemah, bertanya tentang kondisi mereka, serta memberi apresiasi kepada tenaga medis yang berjaga".
Prabowo kemudian bergerak menuju permukiman warga yang rusak parah. Dari dekat ia menyaksikan rumah-rumah yang hancur diterjang arus banjir bandang, mempertegas urgensi penanganan dan pemulihan di wilayah tersebut.
Kunjungan ini menjadi rangkaian aktivitas padat Prabowo sejak pulang dari agenda luar negeri. Dari Pakistan ke Moskow, kemudian kembali ke Aceh, Presiden menunjukkan bahwa respons terhadap bencana di tanah air tetap menjadi prioritas utama.


