ADS

ads

,

Iklan

Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kilat ke Australia, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis dengan PM Albanese

11 Nov 2025, 16:56 WIB Last Updated 2025-11-11T09:56:24Z


Jakarta,ComunitynewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja singkat ke Sydney, Australia, Selasa (11/11/2025), untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Dalam kunjungan sehari tersebut, Presiden juga dijadwalkan menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn.


Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas berangkat dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB. Rombongan kepresidenan kali ini mencakup Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.


Menurut informasi resmi, pertemuan Prabowo dan Albanese akan berfokus pada penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, seperti perdagangan, investasi, pendidikan, serta kemitraan industri pertahanan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 76 tahun.


Australia dan Indonesia dikenal memiliki hubungan yang erat secara historis maupun geografis. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terus memperluas kolaborasi di bidang ekonomi dan keamanan kawasan.


Kunjungan Prabowo kali ini juga disebut sebagai bentuk balasan atas lawatan resmi Perdana Menteri Anthony Albanese ke Indonesia pada Mei lalu, yang dilakukan sesaat setelah ia terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Australia.


Sebelum keberangkatan ke Sydney, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Lanud Halim Perdanakusuma bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Kepala BPKP, Kepala PPATK, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.


Dalam rapat tersebut, Presiden memberikan arahan kepada Mensesneg Prasetyo Hadi untuk mempercepat koordinasi lintas kementerian dalam rangka optimalisasi penyerapan anggaran menjelang akhir tahun 2025.


Kunjungan kenegaraan singkat ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Australia yang saling menguntungkan, sekaligus membuka peluang baru bagi kerja sama di masa mendatang.

Iklan