ADS

ads

,

Iklan

Peluang Kerja Jepang, Cilegon Prioritaskan 200 PMI untuk Hokkaido

15 Nov 2025, 09:39 WIB Last Updated 2025-11-15T02:39:24Z

 

Peluang Kerja Jepang, Cilegon Prioritaskan 200 PMI untuk Hokkaido

Peluang Kerja Jepang — Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk menjawab tantangan pemenuhan 200 tenaga kerja atau PMI asal Cilegon yang diajukan perwakilan perusahaan Jepang, PT Kyotsu Group, Nagahara Toshimasa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja luar negeri bagi warga Cilegon, sekaligus memperkuat kemitraan internasional dengan industri asal Jepang.


Fajar menyebut bahwa selain membahas teknis penyaluran tenaga kerja, Pemkot Cilegon juga mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Cilegon dalam mendukung pelatihan calon PMI, terutama dalam persiapan Bahasa Jepang.


Pemkot Matangkan Teknis Pengiriman PMI


Menurut Fajar, kunjungan kedua Kyotsu Group ke Cilegon difokuskan pada pembahasan lanjutan terkait mekanisme kerja di Jepang, khususnya di wilayah Hokkaido yang saat ini membutuhkan ratusan tenaga kerja terampil.


“Kedatangan mereka untuk mematangkan teknis. Mulai dari pengenalan ke LPK hingga skema kerja nanti di Jepang,” ujar Fajar pada Jumat, 14 November 2025.


Kyotsu Group bahkan memberikan tantangan awal berupa permintaan 200 pekerja khusus sektor logistik dan pergudangan melalui skema Specific Skill Worker (SSW), terutama untuk posisi sopir dan tenaga gudang.


Standar Ketat: Sertifikasi Bahasa dan Regulasi SIM


Fajar menjelaskan bahwa persyaratan tidak hanya sebatas kemampuan teknis. Calon PMI wajib memiliki kompetensi Bahasa Jepang minimal level JLPT N4, serta memahami regulasi berkendara di Jepang.


“Untuk sopir, standar usianya harus sesuai, lalu ada aturan soal SIM. Di sana, ada proses alih SIM Indonesia ke Jepang yang harus dilalui,” jelasnya.


Untuk mendukung persiapan bahasa, Pemkot berencana menggandeng sejumlah perusahaan Jepang di Cilegon seperti Sankyu, Nippon Tsukubai, dan Asahimas, serupa dengan program pelatihan bahasa Korea yang pernah dilakukan bersama POSCO.


Kyotsu Prioritaskan Pekerja Asal Cilegon


Direktur Eksekutif Representatif PT Kyotsu, Nagahara Toshimasa, menegaskan bahwa Cilegon akan menjadi daerah prioritas dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.


“Cilegon menjadi prioritas. Jika belum mencukupi, barulah kami ambil dari daerah lain,” ujarnya.


Saat ini, Kyotsu baru mempekerjakan 20 pekerja asal Bandung dan sedang memperluas kebutuhan tenaga kerja untuk berbagai perusahaan mitra di Jepang.


Toshimasa menambahkan bahwa peluang bagi pekerja asal Cilegon terbuka luas, bukan hanya untuk Kyotsu Group, tetapi juga untuk berbagai perusahaan rekanan di Hokkaido.


“Jika performa pekerja dari Cilegon bagus, perusahaan lain pasti ikut meminta. Kami butuh driver yang aman, terampil, dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Iklan