Kampar, Comunitynews— Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), terus mendapatkan pengawasan langsung dari para wakil rakyat. Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Rohid, turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program tersebut di salah satu sekolah penerima manfaat di Kabupaten Kampar, Riau.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada 11 November 2025 itu, Rohid memastikan penyaluran MBG berjalan sesuai sasaran dan memberi dampak nyata bagi siswa-siswi sekolah dasar dan menengah.
“Alhamdulillah, hari ini kami melihat langsung pembagian makan bergizi dari SPPG Sungai Pinang 3. Luar biasa, anak-anak begitu senang ketika mobil SPPG datang membawa makanan untuk mereka,” ujar Rohid.
Politikus muda Partai Gerindra itu menggambarkan suasana penuh keceriaan di lokasi penyaluran. Para siswa terlihat antusias menikmati makanan bergizi yang disiapkan dengan menu seimbang, terdiri dari protein, karbohidrat, sayuran, dan buah-buahan sesuai pedoman gizi.
“Wajah mereka berseri-seri, penuh semangat. Satu kalimat yang mereka sampaikan kepada kami: Terima kasih, Bapak Presiden Prabowo!,” ungkap Rohid dengan haru.
Menurutnya, program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Program ini akan membantu anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan lebih fokus belajar. Ini investasi untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Rohid juga menambahkan, pelaksanaan MBG di berbagai daerah turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pasalnya, dapur komunitas, petani lokal, dan pelaku UMKM turut terlibat dalam penyediaan bahan makanan dan distribusi.
“Kami di Fraksi Gerindra akan terus mengawal agar program prioritas ini berjalan maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” ujarnya menutup kunjungan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto dalam bidang kesejahteraan sosial dan pendidikan. Selain bertujuan mengatasi masalah gizi anak-anak sekolah, program ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi lokal.


