Jakarta, Comunitynews— Suasana belajar di salah satu ruang kelas SMPN 1 Samarinda terlihat berbeda dari biasanya. Alih-alih menatap papan tulis konvensional atau mencatat panjang lebar dari penjelasan guru, para siswa kini berinteraksi langsung dengan layar digital besar—Interactive Flat Panel (IFP)—yang menjadi pusat kegiatan belajar mengajar.
Teknologi tersebut merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional. Fasilitas ini mulai dimanfaatkan sekolah untuk memperbarui metode pembelajaran agar lebih interaktif, kolaboratif, dan sesuai perkembangan zaman.
Dalam unggahan Instagram resmi sekolah pada Selasa (25/11), terlihat bagaimana guru membuka pelajaran dengan cara yang sederhana namun berkesan. Alih-alih bertanya secara lisan, ia meminta siswa menyampaikan kondisi emosinya lewat sentuhan pada layar yang menampilkan berbagai emotikon. Mulai dari senang, semangat, hingga lelah semua dapat dipilih secara bebas oleh siswa.
Setelah itu, pembelajaran masuk ke sesi kuis cepat berupa gim Family 100 menggunakan aplikasi Wordwall. Pertanyaan, respon siswa, dan hasil pilihan jawaban tampil serentak di layar pintar, membuat suasana kelas berubah menjadi kompetisi seru yang melibatkan seluruh peserta.
Sebagai evaluasi akhir, guru menggunakan ZEP Quiz, yang kembali ditampilkan secara real-time melalui IFP. Siswa dapat melihat nilai, progres, serta perbandingan jawaban mereka secara langsung.
“Dengan metode seperti ini, siswa tidak hanya belajar konsep, tetapi turut bergerak, merespons, dan bekerja sama. Proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan,” tulis akun sekolah dalam keterangan unggahan.
Sekolah menilai kehadiran papan pintar ini menjadi momentum perubahan cara belajar dari pola tradisional menuju sistem yang lebih modern.
Di penghujung video, para siswa tampak mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas fasilitas tersebut. Dengan penuh semangat, mereka menyampaikan, “Terima kasih, Pak Prabowo!”
Program IFP diharapkan dapat mempersempit kesenjangan literasi digital antar daerah dan mendorong sekolah-sekolah di Indonesia bertransformasi menuju pembelajaran era 5.0.

