ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Gubernur Andra Soni Resmi Buka Festival Sekolah Khusus 2025, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Inklusif

26 Nov 2025, 17:43 WIB Last Updated 2025-11-26T10:43:52Z


SERANG, ComunitynewsPemerintah Provinsi Banten terus memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif. Hal ini ditegaskan Gubernur Banten Andra Soni saat membuka Festival Sekolah Khusus Provinsi Banten Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (26/11/2025).


Acara yang diikuti ribuan peserta tersebut menjadi ruang ekspresi bagi anak berkebutuhan khusus dari berbagai kabupaten dan kota di Banten. Para siswa tampil dengan beragam kreativitas dan keterampilan, mulai dari seni tari, parade kontingen, melukis, pembacaan puisi, pencak silat, fashion show, hingga pameran stan sekolah khusus.


Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkeadilan. Ia menyebut bahwa semua anak, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, aman, dan memberikan ruang bagi perkembangan potensi diri.


 “Anak-anak kita adalah individu yang mampu berprestasi bila diberikan kesempatan dan dukungan. Melalui festival ini, kita melihat ketekunan, proses belajar, dan bakat yang luar biasa. Ini bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi penghargaan terhadap kemampuan yang mereka miliki,” ujar Andra Soni.



Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Banten telah memasukkan sekolah khusus swasta ke dalam program Pendidikan Gratis, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.


Selain itu, Andra Soni mengungkapkan bahwa Pemprov Banten tengah membangun beberapa fasilitas sekolah khusus baru, di antaranya di Padarincang Kabupaten Serang dan di Cipondoh Kota Tangerang.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada para guru dan orang tua siswa sekolah khusus.


 “Para guru adalah pejuang yang mendampingi anak-anak istimewa dengan penuh kesabaran dan cinta. Demikian pula orang tua, yang diberi amanah luar biasa oleh Allah SWT. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang tidak ternilai,” tambahnya.




Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini diikuti sekitar 2.500 peserta.


Menurutnya, festival ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus sekaligus membuka ruang kompetisi positif bagi para siswa.


“Melalui festival ini, kami ingin menggali potensi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Mereka bukan hanya peserta didik, tetapi aset masa depan Banten yang harus terus dibina dan difasilitasi,” ujar Jamaluddin.



Festival Sekolah Khusus 2025 ditutup dengan peninjauan stan pameran karya siswa oleh Gubernur dan jajaran Pemprov Banten.

Iklan