TANGERANG – Masyarakat Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menyambut positif pembangunan lanjutan rekonstruksi Jalan Raya Jati-Sepatan. Proyek peningkatan infrastruktur jalan tersebut dinilai menjawab kebutuhan warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak di sejumlah titik.
Rekonstruksi jalan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan lanjutan pembangunan Jalan Raya Jati-Sepatan, khususnya pada Segmen 5. Ruas jalan itu melintasi wilayah Kecamatan Sepatan, Kecamatan Mauk, hingga Kecamatan Sukadiri.
Pembangunan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, kegiatan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp9.276.622.000.
Adapun pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Mulia Arinda dengan masa pengerjaan selama 150 hari kalender.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat, 21 Agustus 2026, proses rekonstruksi jalan masih berlangsung. Sejumlah bagian jalan telah memasuki tahap pengecoran beton, sementara di titik lainnya para pekerja masih melakukan pembongkaran konstruksi jalan lama sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pembangunan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat setempat. Ketua RW bersama tokoh pemuda berharap proyek tersebut dapat menghasilkan jalan yang kuat, aman, dan nyaman untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait karena jalan utama di kampung kami akhirnya dibangun. Tentunya kami berharap hasilnya nanti benar-benar bagus dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar salah seorang Ketua RW setempat.
Sebelum dilakukan rekonstruksi, kondisi Jalan Raya Jati-Sepatan di sejumlah titik diketahui mengalami kerusakan. Permukaan jalan yang tidak rata serta lubang-lubang di beberapa bagian kerap mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika musim hujan karena lubang jalan tertutup genangan air sehingga meningkatkan risiko bagi pengendara.
Warga berharap setelah pembangunan selesai, aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan di jalur tersebut dapat berjalan lebih lancar.
“Alhamdulillah, jalan ini sekarang dibangun kembali. Mudah-mudahan nanti pengguna jalan tidak perlu lagi mencari-cari bagian jalan yang bagus karena kondisinya sudah rata dan nyaman dilalui,” ungkap Ketua RW.
Ia menambahkan, keberadaan jalan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat karena ruas Jati-Sepatan menjadi salah satu jalur penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kalau jalannya bagus dan rapi tentu pengendara juga lebih nyaman. Sebelumnya saat hujan, beberapa lubang tergenang air sehingga jalan menjadi licin dan becek,” katanya.
Sementara itu, Eno selaku pelaksana lapangan proyek rekonstruksi Jalan Jati-Sepatan mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab di lapangan.
“Kami bekerja di lapangan agar pembangunan jalan utama Jati-Sepatan ini dapat selesai dengan baik dan nantinya memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pengawas dari Dinas Bina Marga serta konsultan yang terus melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pengawas dari dinas dan pihak konsultan yang selama ini turut membantu mengawasi pekerjaan di lapangan. Semua pihak telah bekerja keras sesuai tugas masing-masing,” pungkasnya.
Dengan berlanjutnya pembangunan rekonstruksi Jalan Raya Jati-Sepatan, masyarakat berharap kualitas infrastruktur di wilayah tersebut semakin baik serta mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas.


