ADS

ads

,

Iklan

Proyek Pembangunan SMPN 3, Pekerja Diduga Abaikan APD dan Pengawas Tak Terlihat

23 Agu 2026, 00:07 WIB Last Updated 2026-08-22T17:07:35Z



CILEGON,Comunitynews– Pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan di SMP Negeri 3 Kota Cilegon menjadi sorotan setelah sejumlah pekerja di lokasi proyek didapati belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat menjalankan aktivitas pekerjaan.


Pantauan di lokasi proyek pada Sabtu (22/8/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan pembangunan ruang kelas baru dan dua unit toilet tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mengingat aktivitas konstruksi memiliki potensi risiko terhadap keselamatan para pekerja.


Selain persoalan APD, keberadaan pelaksana dan pengawas proyek juga menjadi perhatian. Saat pekerjaan berlangsung, keduanya disebut tidak terlihat berada di lokasi sejak pagi hari.


Seorang pekerja yang mengaku sebagai tukang dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pelaksana maupun pengawas proyek belum tampak di lokasi sejak pagi.


“Pelaksana dan pengawas dari pagi tidak berada di lokasi,” ujar pekerja tersebut saat dikonfirmasi di lokasi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru serta dua unit toilet di lingkungan SMP Negeri 3 Kota Cilegon. 


Kegiatan pembangunan itu disebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1.073.926.000.



Mengutip dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian.


Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Cilegon yang dikonfirmasi Via Whatsapp belum memberikan keterangan resmi.

Iklan