Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong penguatan sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat membuka Kick Off Implementation Support Mission, Selasa (21/04/2026).
Dalu menekankan bahwa keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk Badan Informasi Geospasial dan Kementerian Dalam Negeri, menjadi faktor penentu dalam menyelesaikan berbagai tantangan implementasi proyek.
Ia mengajak seluruh satuan kerja untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan koordinasi guna memastikan setiap hambatan dapat ditangani secara efektif.
Implementation Support Mission yang berlangsung pada 20–28 April 2026 menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian proyek sekaligus merumuskan langkah percepatan. Pembahasan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengadaan, tata kelola keuangan, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
ILASPP merupakan proyek strategis nasional yang dijalankan selama periode 2025–2029 melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan mitra pembangunan, dengan dukungan pembiayaan dari World Bank.
Meski target fisik tahun 2026 telah ditetapkan, Dalu mengakui pelaksanaan masih memerlukan akselerasi. Ia menegaskan bahwa proyek ini harus dijalankan secara akuntabel dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
“ILASPP diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memperkuat tata kelola pertanahan dan perencanaan ruang nasional,” katanya.
Sementara itu, perwakilan World Bank, Willem van der Muur, memberikan apresiasi terhadap capaian proyek yang dinilai menonjol dibandingkan proyek lain dalam portofolio Bank Dunia di Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya pembahasan terbuka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guna menjaga keberlanjutan program. “Kami siap mendukung agar pelaksanaan tetap berjalan sesuai target,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Dirjen SPPR Virgo Eresta Jaya dan Direktur Unit Manajemen ILASPP Andi Tenri Abeng, serta perwakilan Bappenas dan kementerian/lembaga terkait lainnya yang mengikuti secara luring maupun daring.


