CILEGON, Comunitynews– Komitmen membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat di Cilegon melalui berbagai program strategis yang menyasar generasi muda. Langkah ini mendapat apresiasi dari kalangan aktivis, yang menilai kebijakan pemerintah daerah mulai menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Aktivis lokal Kang Ade menyampaikan bahwa arah pembangunan Kota Cilegon saat ini menunjukkan progres positif, khususnya dalam upaya menciptakan SDM yang unggul, terampil, dan siap bersaing.
“Pembangunan tidak bisa hanya fokus pada fisik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing dan mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, visi menjadikan Cilegon sebagai “kota bercahaya” kini mulai terlihat implementasinya melalui program-program yang tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan keterampilan praktis bagi masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Program Beasiswa Cilegon Juare yang diinisiasi oleh Wali Kota Robinsar. Program tersebut dipadukan dengan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga peserta tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga keahlian teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kang Ade menilai, langkah ini merupakan solusi konkret atas persoalan klasik yang kerap terjadi, yakni tingginya angka lulusan yang belum terserap dunia kerja akibat minimnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Integrasi antara pendidikan dan pelatihan kerja ini sangat penting. Jangan sampai lulusan banyak, tapi tidak siap kerja. Program ini menjawab persoalan itu,” jelasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Robinsar menegaskan bahwa kebijakan tersebut memang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus selaras dengan perkembangan industri yang ada di Cilegon.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Cilegon yang mendapatkan beasiswa memiliki keahlian yang dibutuhkan, sehingga peluang kerjanya lebih terbuka,” katanya.
Tak hanya itu, Robinsar juga mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Ia berharap, ke depan semakin banyak anak muda Cilegon yang mampu menciptakan usaha mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kita tidak ingin hanya bergantung pada industri besar. Anak-anak muda harus berani membangun usaha sendiri dengan bekal keterampilan yang dimiliki,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kang Ade mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan daya saing masyarakat lokal agar tidak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan industri di daerahnya sendiri.
“Sudah saatnya masyarakat Cilegon menjadi pemain utama di kotanya sendiri. Jangan hanya jadi penonton, kita harus ambil peran,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah terus konsisten menjalankan program-program yang berpihak pada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga pendidikan agar hasilnya semakin optimal.
Dengan langkah yang terarah dan sinergi yang kuat, Kang Ade optimistis masa depan Cilegon akan semakin cerah, tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota dengan SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Cilegon bercahaya harus diwujudkan dengan SDM yang unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.


