Camat Purwakarta, Drs. H. Suadilah, M.Si, mengatakan Musrenbangcam merupakan momentum penting untuk merumuskan arah pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.
“Persoalan banjir, keterbatasan penerangan jalan, dan kondisi rumah warga yang belum layak masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, ketiganya menjadi fokus utama perencanaan pembangunan tahun depan,” katanya.
Forum tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, perangkat kelurahan, Perkim, Dinas PUPR, Bappeda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, LPM, hingga perwakilan Muspika, yang secara aktif memberikan masukan dan usulan pembangunan.
Kelurahan Kota Bumi mengusulkan normalisasi waduk dan saluran drainase, penguatan dinding sungai di sejumlah titik rawan, serta peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan guna meminimalisasi risiko banjir.
Sementara itu, Kelurahan Pabean mengajukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT), pengamanan aliran sungai lintas wilayah, peningkatan jalan lingkungan, serta percepatan realisasi jalan tembus Pabean yang telah lama dinantikan masyarakat.
Adapun wilayah Purwakarta dan Kaligandu menyampaikan perlunya normalisasi sungai akibat penyempitan alur air, peningkatan kualitas jalan kota, serta penambahan PJU demi menunjang keselamatan dan mobilitas warga.
Camat Suadilah menegaskan seluruh usulan tersebut akan dikaji melalui mekanisme Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan disinergikan dengan program OPD terkait agar dapat ditetapkan sebagai prioritas pembangunan tahun 2026.
“Harapannya, Musrenbangcam ini benar-benar melahirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.


