ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

HPSN di Kabupaten Tangerang, Bupati Tegaskan Percepatan PSEL di TPA Jatiwaringin

19 Feb 2026, 17:01 WIB Last Updated 2026-02-19T10:01:33Z

HPSN 2026 Kabupaten Tangerang menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi lonjakan volume sampah yang kini mencapai sekitar 2.600 ton per hari. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (18/2/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).


Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman pohon bambu, penebaran ikan lele, serta penyemprotan eco enzyme di sumur pantau sekitar area TPA sebagai simbol langkah pemulihan lingkungan.


Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa TPA Jatiwaringin telah ditetapkan sebagai lokasi pengembangan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


“Hari ini dalam rangkaian HPSN 2026 kita menanam bambu, menebar ikan lele, dan menyemprotkan eco enzyme di sekitar TPA Jatiwaringin. Ini bagian dari komitmen kita menjaga lingkungan,” ujar Maesyal dalam sambutannya.


Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran DLHK agar tetap konsisten dalam menangani persoalan sampah.


“TPA Jatiwaringin sudah ditetapkan sebagai locus PSEL. Saya berpesan kepada Kepala DLHK dan jajaran, jangan pernah lelah mengurus sampah di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.


Maesyal mengakui beban pengelolaan sampah saat ini cukup berat. Dengan volume sampah yang telah melampaui kapasitas ideal, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga.


“Kami pemerintah daerah masih terus berupaya mengatasi persoalan ini. Karena tugasnya cukup berat, kami akan memetakan dan bekerja sama dengan pihak ketiga agar penanganannya lebih optimal,” katanya.


Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati terhadap pembenahan sistem pengelolaan sampah.


“Kami berterima kasih atas komitmen Bapak Bupati. DLHK terus bekerja keras menangani sampah yang saat ini mencapai kurang lebih 2.600 ton per hari,” ungkap Ujat.


Ia menambahkan bahwa selain memperkuat TPS3R di wilayah, pihaknya juga akan membenahi infrastruktur penunjang.


“Selain penanganan sampah, akses jalan menuju TPA juga akan kami rapikan dengan berkoordinasi bersama dinas terkait agar operasional lebih lancar,” jelasnya.


Peringatan HPSN 2026 di Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan rencana PSEL serta inovasi pengelolaan di tingkat wilayah, pemerintah daerah berharap mampu menekan volume sampah sekaligus menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan. ARIS

Iklan