ADS

ads

,

Iklan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung 2029, Akses Pendidikan Gratis Diperluas

13 Jan 2026, 11:11 WIB Last Updated 2026-01-13T04:11:20Z


Banjarbaru, Comunitynews— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.



Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat yang telah berdiri di 34 provinsi. Acara peresmian dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1).



Prabowo menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa dipungut biaya.



“Pembangunan Sekolah Rakyat kita targetkan mencapai 500 unit hingga 2029. Ini adalah ikhtiar agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari pendidikan,” ujar Prabowo.



Setiap Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa. Jika target tersebut terealisasi, program ini diproyeksikan dapat memberikan layanan pendidikan gratis kepada sekitar 500 ribu anak di berbagai daerah.



Saat ini, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tercatat mencapai sekitar 15.000 siswa. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 30.000 siswa pada akhir 2026 seiring bertambahnya sekolah yang beroperasi.



Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta seluruh jajaran menteri dan menteri koordinator yang terlibat aktif dalam percepatan realisasi program Sekolah Rakyat.



Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa pemerintahannya.



“Kelompok masyarakat di desil 1 dan desil 2 harus kita angkat taraf hidupnya. Pendidikan adalah jalan utama untuk itu,” tegasnya.



Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Iklan