Blitar, Comunitynews— Komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali diwujudkan melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Blitar. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Endro Hermono, turun langsung menyalurkan bantuan tersebut kepada siswa madrasah.
Bantuan PIP ini diberikan kepada peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA) yang dinilai membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan. Penyaluran dilakukan bersama Kementerian Agama RI sebagai bagian dari sinergi untuk memperkuat pendidikan berbasis keagamaan.
"Ratusan siswa menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 140 siswa MI Pesantren di Kelurahan Tanggung menerima bantuan masing-masing Rp450.000. Selain itu, 70 siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar memperoleh bantuan PIP sebesar Rp1.800.000 per siswa. Bantuan tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan di luar pembiayaan BOS.
Endro Hermono menyatakan bahwa PIP menjadi solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan ekonomi yang sering kali menjadi hambatan utama kelangsungan pendidikan siswa. Ia menegaskan bahwa akses pendidikan yang setara harus dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.
“PIP hadir agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan tidak tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Ini bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak pendidikan,” ujar Endro.
Menurutnya, bantuan PIP dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa, seperti pembelian perlengkapan sekolah, seragam, hingga biaya transportasi. Program ini juga mendukung kebijakan nasional wajib belajar 12 tahun bagi anak usia sekolah.
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Endro berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar siswa madrasah dan membuka peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan hak pendidikan sejak dini.
“Pendidikan yang merata adalah fondasi pembangunan bangsa. Melalui PIP, kami ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat masa depannya karena persoalan ekonomi,” pungkasnya.


