ADS

ads

,

Iklan

Digitalisasi Sekolah di Sumut Dipercepat, Lebih dari 17 Ribu Papan Tulis Interaktif Telah Terpasang

4 Jan 2026, 20:27 WIB Last Updated 2026-01-04T13:27:44Z


Medan, ComunitynewsTransformasi pendidikan berbasis teknologi di Provinsi Sumatra Utara kian menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hampir merampungkan distribusi ribuan papan tulis digital ke sekolah-sekolah, sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.



Hingga awal Januari 2026, tercatat sebanyak 17.073 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah diterima oleh ratusan satuan pendidikan di Sumatra Utara. Jumlah tersebut mendekati target keseluruhan, dengan hanya delapan unit yang masih menunggu proses pengiriman.



Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong digitalisasi sektor pendidikan, khususnya di daerah.



“Sebagian besar papan tulis digital sudah sampai di sekolah-sekolah di Sumatra Utara. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan proses belajar yang lebih dinamis dan berbasis teknologi,” ujar Mu’ti di Medan, Minggu (4/1).



Kota Medan menjadi salah satu wilayah dengan penerimaan terbanyak. Sebanyak 2.047 unit papan tulis digital telah disalurkan ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga sekolah luar biasa (SLB) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).



Secara nasional, program pengadaan perangkat pembelajaran digital ini telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, memperkuat fondasi transformasi pendidikan digital di tingkat sekolah.



Tak hanya fokus pada teknologi, Kemendikdasmen juga menjalankan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Di Sumatra Utara, sebanyak 897 satuan pendidikan menjadi sasaran revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp852 miliar.



Progres pengerjaan terus berjalan. Sebagian sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara lainnya masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.



Di Kota Medan sendiri, revitalisasi dilakukan pada 48 satuan pendidikan sepanjang 2025 dengan total nilai anggaran Rp47,4 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026.



“Dengan selesainya revitalisasi, sekolah dapat memanfaatkan fasilitas baru secara optimal mulai Februari 2026,” jelas Mu’ti.



Melalui penguatan infrastruktur fisik dan pemanfaatan teknologi digital, pemerintah berharap kualitas pendidikan di Sumatra Utara semakin meningkat serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif.

Iklan