Jakarta, Comunitynews— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah di Pulau Sumatra untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan. Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat, khususnya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pemantauan kondisi cuaca dilakukan secara intensif dan diperbarui setiap tiga jam. Dari hasil pemantauan tersebut, kami menentukan langkah mitigasi yang diperlukan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1).
Sebagai langkah antisipasi, BNPB bersama BMKG masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di sejumlah provinsi terdampak. Hingga saat ini, operasi tersebut melibatkan hingga tiga pesawat di setiap wilayah dan dilakukan secara bergantian selama 24 jam dalam satu pekan terakhir.
Menurut Abdul Muhari, upaya pengendalian cuaca bertujuan untuk menekan potensi curah hujan ekstrem yang dapat memicu banjir maupun longsor. Ia mencontohkan kejadian di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, di mana hujan sempat menyebabkan luapan air, namun tidak berdampak signifikan terhadap permukiman warga.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada periode 10–11 Januari, saat potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi. Di Aceh, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, hujan diprakirakan terjadi hampir merata di seluruh kabupaten dan kota. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra Utara.
Sejalan dengan itu, BNPB meminta pemerintah daerah untuk terus mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diimbau melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari dua jam dan menghindari kawasan rawan banjir serta longsor.
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting untuk menekan risiko serta mencegah jatuhnya korban akibat bencana susulan,” tutup Abdul Muhari.


