ADS

ads

,

Iklan

TNI Dorong Pembangunan Jembatan Gantung Demi Keselamatan Pelajar Kolaka Timur

15 Des 2025, 14:31 WIB Last Updated 2025-12-15T07:31:07Z


Jakarta, Comunitynews— Upaya memperluas akses pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur dasar. Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodim 1412/Kolaka kini memprioritaskan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi aman bagi pelajar yang selama ini harus menyeberangi sungai tanpa sarana memadai.


Komandan Kodim 1412/Kolaka, Letkol Inf. Choky Gunawan, menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan langkah strategis lanjutan setelah suksesnya pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI mendukung kebijakan pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman.



Ia menjelaskan, kondisi geografis Kolaka Timur yang dipenuhi aliran sungai besar dan medan berat kerap menjadi hambatan utama mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah. Saat musim hujan, risiko keselamatan meningkat karena derasnya arus sungai yang harus dilalui setiap hari.



“Banyak desa sangat bergantung pada jembatan gantung sebagai akses utama. Tanpa itu, aktivitas pendidikan menjadi taruhannya. Karena itu, pembangunan ini kami anggap sangat mendesak,” ujar Choky dalam Kartika Podcast TNI AD, Minggu (14/12).



Selama satu bulan pelaksanaan TMMD ke-126, Kodim 1412/Kolaka mencatat berbagai capaian signifikan. Selain pengerasan jalan sepanjang 10,5 kilometer, program tersebut juga meliputi pembangunan belasan deker, perbaikan jembatan, penyediaan sumur bor, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni milik warga.



Keberhasilan itu mengantarkan Kodim 1412/Kolaka meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional, termasuk kategori Dansatgas Terbaik dan apresiasi atas kontribusi dalam bidang jurnalistik


Namun demikian, Choky menuturkan bahwa tantangan pembangunan di Kolaka Timur masih besar. Jarak antardesa yang jauh dari pusat kota, ditambah kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, berdampak pada tingginya biaya distribusi barang dan kebutuhan pokok.



“Di beberapa desa, harga bahan pangan bisa jauh lebih mahal karena ongkos transportasi. Warga bahkan harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah hanya untuk sekali perjalanan ke kota,” ungkapnya.



Ke depan, Kodim 1412/Kolaka berharap adanya dukungan berkelanjutan dari kementerian dan pemangku kepentingan terkait agar percepatan pembangunan infrastruktur desa dapat terus dilakukan. Menurut Choky, keterlibatan aktif masyarakat selama proses pembangunan menjadi kunci utama keberhasilan sekaligus cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat.

Iklan