ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

22 Des 2025, 18:01 WIB Last Updated 2025-12-22T11:01:29Z


Tapanuli Tengah, Comunitynews— Pemerintah pusat bergerak cepat merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus memastikan warga dapat segera kembali menjalani kehidupan yang layak.



Dimulainya pembangunan huntap ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Yayasan Buddha Tzu Chi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (21/12/2025).



Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 2.603 unit hunian tetap yang mulai dikerjakan pada bulan ini. Pembangunan tersebut tetap dilaksanakan meskipun di beberapa daerah status tanggap darurat masih berlangsung, sebagai bentuk komitmen negara dalam percepatan pemulihan.



Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, negara harus hadir memastikan hak dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan layak.



“Hunian tetap ini bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi awal bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupannya,” ujar Maruarar.



Selain wilayah Tapanuli, program pembangunan huntap juga akan diperluas ke daerah lain di Sumatera, seperti Aceh dan Sumatera Barat, sesuai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah disusun pemerintah.



Pembangunan hunian tetap juga telah dimulai di Kota Sibolga setelah adanya hibah lahan dari pemerintah daerah dan DPRD setempat. Pemerintah pusat mengapresiasi sinergi daerah yang dinilai berperan penting dalam mempercepat proses pembangunan.



Adapun rincian pembangunan huntap yang telah berjalan meliputi 118 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah, 200 unit di Kota Sibolga, dan 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara. Sementara itu, pembangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan akan menyusul setelah proses pendataan korban rampung.



Menteri PKP juga meminta dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk PLN, BNPB, serta pemerintah daerah, guna memastikan ketersediaan infrastruktur dasar dan kelengkapan administrasi agar hunian dapat segera ditempati.



Dengan dimulainya pembangunan hunian tetap ini, pemerintah berharap para korban bencana dapat segera menempati rumah yang aman dan layak, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Iklan