ADS

ads

,

Iklan

Akses Telepon dan Internet Normal, Warga Tapanuli Tengah Kini Bisa Tenang Kontak Keluarga

3 Des 2025, 17:33 WIB Last Updated 2025-12-03T10:34:19Z


Tapanuli Tengah, Comunitynews— Pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra terus menunjukkan progres. Setelah sempat terputus akibat gangguan listrik dan kerusakan infrastruktur, kini akses telepon dan internet mulai kembali digunakan warga, terutama melalui dukungan perangkat komunikasi darurat yang ditempatkan pemerintah di sejumlah titik pengungsian.


Kembalinya akses komunikasi ini memberikan rasa aman bagi para pengungsi, termasuk Nur Asia Pasaribu (60), warga yang kini tinggal sementara di GOR Pandan, Tapanuli Tengah.


Ia menceritakan detik-detik saat bencana terjadi, di mana listrik padam dan seluruh jaringan komunikasi hilang. Kondisi itu membuatnya tak dapat menghubungi anak dan keluarganya di Sibolga.


“Waktu itu saya bingung, mau kabari siapa pun tidak bisa. Untung Tim SAR bantu. Mereka kasih fasilitas video call, jadi saya bisa bilang ke keluarga bahwa saya selamat,” ungkap Nur, Selasa (2/12).


Pemerintah telah mengirimkan puluhan unit perangkat Starlink dan sarana telekomunikasi darurat lain ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di beberapa lokasi, perangkat tersebut menjadi satu-satunya akses komunikasi karena jalur darat masih belum sepenuhnya terbuka.


Nur menyebut kemudahan ini sangat membantu para pengungsi yang ingin memastikan kondisi keluarganya masing-masing. “Terima kasih banyak. Bisa komunikasi sama keluarga saja sudah buat kami sangat tenang,” ujarnya.


Meski demikian, ia berharap bantuan pemerintah terus berlanjut terutama dalam pemulihan pascabencana.


“Kami sudah menerima bantuan. Tapi tolong, Pak Presiden Prabowo, rumah warga banyak yang rusak. Kalau bisa, bantu kami supaya cepat kembali ke rumah. Listrik juga masih sering mati,” katanya penuh harap.


Senada dengan Nur, Teti Boru Gultom pengungsi dari Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka mengatakan bantuan yang diterima sangat berarti bagi warga.


“Bersyukur kali kami, Pak. Bantuan terus ada. Tapi kami mohon, kampung kami diperbaiki supaya bisa kembali tinggal di rumah sendiri,” ujar Teti.


Ia menutup harapannya dengan doa bagi pemerintah: “Semoga Pak Presiden diberi kesehatan dan umur panjang, supaya bisa terus bantu rakyat seperti kami.”


Pemulihan layanan komunikasi menjadi salah satu langkah krusial dalam penanganan bencana, karena berperan besar dalam pendataan korban, koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, dan memastikan keluarga dapat saling memberi kabar di tengah situasi darurat.

Iklan