ADS

ads

,

Iklan

Presiden Kirim 17 Starlink Pulihkan Komunikasi di Sumatera Utara

29 Nov 2025, 11:34 WIB Last Updated 2025-11-29T04:53:39Z

 

Presiden Kirim 17 Starlink Pulihkan Komunikasi di Sumatera Utara

Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 17 perangkat Starlink untuk memulihkan akses komunikasi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang terdampak banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.


Bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai daerah di Sumut tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga memutus jaringan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam operasi tanggap darurat. Kehadiran perangkat Starlink diharapkan mampu mempercepat koordinasi dan distribusi bantuan di titik-titik terdampak.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan bahwa bantuan tersebut sudah tiba dan siap digunakan.

“Per hari ini sudah masuk bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk Sumut. Pertama adalah alat komunikasi Starlink, ada 17 unit. Ini sangat berguna untuk memulihkan komunikasi,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11/2025).


Bantuan Tambahan dari Presiden


Selain Starlink, Presiden Prabowo turut mengirimkan sejumlah bantuan logistik dan peralatan darurat, antara lain:


  1. 17 genset
  2. 15 perahu LCR
  3. 750 dus mi instan
  4. 19 tenda pengungsi
  5. 1 unit kompresor


Suharyanto menegaskan bahwa seluruh bantuan akan disalurkan sesuai kebutuhan wilayah yang terdampak berat.

“Di Tapanuli Tengah, listrik dan air masih mati. Jadi bantuan berupa 17 Starlink dan 17 genset akan sangat membantu. Perahu LCR dan kebutuhan pangan juga terus kita distribusikan. Ini tahap awal, dan bantuan dari kementerian serta TNI/Polri masih terus berdatangan,” jelasnya.


Data Korban Bencana


BNPB melaporkan jumlah korban akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara mencapai:


  • 116 orang meninggal dunia
  • 42 orang masih hilang

Sebaran korban meninggal antara lain:



Sementara Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.


Gangguan Telekomunikasi Meluas


Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa banjir dan longsor menyebabkan gangguan pada infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.


Berdasarkan laporan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT), tercatat:


  • 495 site telekomunikasi mati
  • Setara 5,15% dari total 9.612 site di Sumatera Utara


Gangguan ini terjadi pada jaringan milik Telkomsel, Indosat, dan XL–Smart Telecom.


Dengan hadirnya perangkat Starlink sebagai solusi darurat, pemerintah berharap koordinasi lapangan semakin cepat sehingga upaya penyelamatan dan pemulihan dapat berjalan lebih efektif.

Iklan