ADS

ads

,

Iklan

Puluhan Santri Belajar di Lantai Akibat Minim Ruang Kelas, Ponpes Al-Muta'alimin Nur Amaliyah Butuh Perhatian

21 Sep 2026, 22:25 WIB Last Updated 2026-09-21T15:25:34Z


 

SERANG,Comunitynews– Potret memprihatinkan dunia pendidikan masih di temukan di sejumlah wilayah Kabupaten Serang. Salah satunya terlihat di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muta'alimin Nur Amaliyah yang berlokasi di Kampung Cikodongdong, RT 011/RW 003, Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

 


Berdasarkan hasil pantauan Awak Media Banten pada Senin (21/9/2026), keterbatasan ruang belajar membuat puluhan santri terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang jauh dari kata ideal. Sejumlah santri terlihat belajar secara lesehan di lantai dan harus berbagi ruang secara berdesakan akibat minimnya fasilitas kelas yang tersedia.

 


Dari dokumentasi yang diperoleh, bangunan pondok pesantren masih didominasi oleh konstruksi sederhana berbahan bilik bambu dengan lantai tanah dan sebagian plester semen. Beberapa ruang yang digunakan untuk aktivitas santri tampak belum memenuhi standar kenyamanan sebagai sarana pendidikan.

 


Sementara itu, bangunan permanen yang tersedia hanya satu unit gedung dua lantai berwarna hijau tosca. Kondisi tersebut dinilai belum mampu menampung jumlah santri yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

 


Dalam sejumlah foto dokumentasi, puluhan santri putra dan putri tampak berkumpul di area halaman yang terbatas. Situasi ini menggambarkan besarnya kebutuhan akan tambahan ruang kelas dan fasilitas penunjang pendidikan yang lebih memadai.

 


Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar dan pengurus pondok pesantren dalam menjalankan proses pendidikan. Meski berada dalam keterbatasan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagai bentuk komitmen yayasan dalam memberikan pendidikan agama kepada generasi muda.

 


Diketahui, Yayasan Pondok Pesantren Al-Muta'alimin Nur Amaliyah telah memiliki legalitas dengan Nomor AHU 002285.AH.01.04 dan terus berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

 


"Melihat kondisi tersebut, masyarakat serta wali santri berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Serang, Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Pemerintah Kabupaten Serang, maupun para dermawan dan donatur yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan."

 


Bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan peningkatan fasilitas belajar dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar para santri dapat menempuh pendidikan dengan lebih nyaman, aman, dan layak.

 


Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Oleh karena itu, sudah selayaknya seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan untuk memastikan anak-anak, termasuk para santri di pelosok Desa Cireundeu, mendapatkan akses pendidikan yang memadai demi masa depan yang lebih baik.

Iklan