Jakarta, Comunitynews– Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku terharu atas dukungan yang diberikan Ijtima Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap arah baru kebijakan ekonomi pemerintah.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB bertajuk “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi” di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7) malam.
Prabowo mengatakan dirinya merasa bahagia sekaligus terharu karena dalam peringatan harlah tersebut, Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
"Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini. Saya terharu karena PKB dalam harlah-nya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita," ujar Prabowo.
Prabowo juga menanggapi atribut bertuliskan "Prabowonomics" yang dikenakan para peserta. Menurutnya, gagasan ekonomi yang dijalankan pemerintah bukanlah pemikiran baru ataupun milik pribadi, melainkan berlandaskan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Saya juga merasa terharu, saudara memakai kaus 'Prabowonomics'. Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," katanya.
Prabowo menegaskan bahwa keyakinannya selama ini adalah menjalankan cita-cita para pendiri bangsa dengan menegakkan amanat konstitusi.
"Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya, itu adalah keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa, keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945, keyakinan saya terhadap UUD 1945, terutama pada Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 34. Pasal 33 dan Pasal 34 UUD kita itu keyakinan saya, gagasan saya. Tidak ada yang baru," tegasnya.
Prabowo juga mengaku terharu mendapat "hadiah" berupa rekomendasi hasil Ijtima Ulama yang dibacakan pada Harlah PKB. Ia menyebut isi rekomendasi tersebut sejalan dengan hati nuraninya, terutama dukungan terhadap penguatan kedaulatan bangsa, kemandirian ekonomi, percepatan industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, serta pembangunan nasional yang berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945.
"Hari ini saya dapat hadiah lagi, luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi, Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini,” kata Prabowo.
Hasil Ijtima Ulama itu, yakni menguatkan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.
Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas SDM, serta mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanah Pasal 33 UUD demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Prabowo mengatakan rekomendasi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga menjadi amanat yang siap dijalankannya. "Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian kembali menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan PKB. Ia menilai perjuangan pemerintah dalam mengembalikan pengelolaan kekayaan bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kini semakin dipahami oleh berbagai elemen politik.
"Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini. Kita tidak mau lagi membiarkan kekayaan kita diambil terus," kata Prabowo.



