Cilegon, Comunitynews– Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk terus memberikan kasih sayang, perlindungan, dan perhatian terbaik kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Hal tersebut disampaikan oleh Riezkha Budhi Mustika kepada awak media pada Senin (27/07/2026). Menurutnya, anak merupakan anugerah sekaligus aset bangsa yang harus dijaga, dibimbing, dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Pada Hari Anak Nasional ini, saya berharap seluruh anak-anak Indonesia mendapatkan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya. Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujar Riezkha.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, serta mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan (bullying), maupun pelecehan. Menurutnya, perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga keluarga, sekolah, dan masyarakat secara luas.
Riezkha menilai bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di era modern saat ini, mulai dari kekerasan fisik maupun verbal, eksploitasi anak, hingga ancaman di ruang digital yang semakin berkembang. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak.
“Anak-anak harus terbebas dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelecehan. Mereka berhak merasa aman di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan tempat mereka berinteraksi. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi,” katanya.
Lebih lanjut, Riezkha mengajak para orang tua untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga memberikan waktu, perhatian, dan pendampingan dalam proses tumbuh kembang mereka. Menurutnya, kedekatan emosional antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter serta kepercayaan diri anak.
“Kasih sayang orang tua adalah modal utama bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri. Anak yang mendapatkan perhatian dan dukungan dari keluarganya akan lebih mudah menghadapi tantangan kehidupan serta memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, Riezkha menekankan pentingnya memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan cita-cita dan masa depannya. Ia mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan kehendak pribadi kepada anak, melainkan memberikan dukungan sesuai bakat, minat, dan kemampuan yang dimiliki.
“Biarkan anak-anak bermimpi setinggi langit. Tugas kita sebagai orang tua dan masyarakat adalah mendukung serta membimbing mereka agar dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda,” tuturnya.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, perlindungan yang memadai, serta kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Peringatan Hari Anak Nasional sendiri menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan yang optimal bagi setiap anak Indonesia. Tema Hari Anak Nasional 2026 mengangkat semangat kasih sayang, perlindungan, dan pembangunan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa.
Di akhir pernyataannya, Riezkha Budhi Mustika mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebagai pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana anak-anak diperlakukan hari ini.
“Selamat Hari Anak Nasional 2026. Mari bersama-sama menjaga, melindungi, dan menyayangi anak-anak kita. Mereka adalah harapan bangsa, penerus perjuangan, dan calon pemimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya.



