ADS

ads

,

Iklan

Diduga Korban TPPO, Warga Pakuhaji Terlantar di Baghdad

1 Jul 2026, 19:43 WIB Last Updated 2026-07-01T12:44:26Z

Kab. Tangerang – Seorang perempuan bernama Nina (36), warga Kampung Gardu RT 001/RW 021, Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah berangkat bekerja ke luar negeri. Saat ini, Nina dikabarkan berada di Baghdad, Irak, dalam kondisi memprihatinkan dan berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia.


Berdasarkan keterangan keluarga, Nina berangkat pada 3 Januari 2026 melalui seorang perantara atau sponsor dengan tujuan bekerja di luar negeri untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. 


Namun, sesampainya di negara tujuan, pekerjaan yang diterimanya disebut tidak sesuai dengan perjanjian awal.
Orang tua Nina, Niman, mengaku terus berupaya menghubungi pihak agen di Jakarta untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, menurutnya, hingga kini pihak agen hanya memberikan janji tanpa kepastian.


"Saya sudah beberapa kali menghubungi agen di Jakarta, tetapi hanya diberi janji dan terus diulur-ulur. Sekarang anak saya bekerja tidak jelas, kondisinya tersiksa di Baghdad dan sangat ingin pulang ke Indonesia," ujar Niman, Selasa (1/7/2026).


Niman juga menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menyerahkan biaya sebesar Rp17 juta yang diminta untuk proses pemulangan Nina. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tindak lanjut, bahkan komunikasi dengan pihak agen disebut tidak lagi mendapat respons.


Menurut keterangan keluarga, Nina diberangkatkan menggunakan paspor Dubai dengan janji bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun, setelah tiba di Baghdad, pekerjaan yang diberikan berbeda dari kesepakatan. Karena situasi tersebut, Nina memutuskan berhenti bekerja dan kini berada di sebuah penampungan sambil menunggu kepastian untuk kembali ke Tanah Air.


Peristiwa ini memperkuat dugaan adanya praktik TPPO, di mana korban diduga direkrut dengan iming-iming pekerjaan yang layak, tetapi justru menghadapi kondisi yang tidak sesuai dan rentan di negara tujuan.


Keluarga berharap pemerintah, termasuk instansi terkait, dapat segera memberikan pendampingan dan memfasilitasi proses pemulangan Nina ke Indonesia. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak sponsor berinisial B yang disebut terlibat dalam proses keberangkatan belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. Agus

Iklan