ADS

ads

,

Iklan

iklan

Kenduri Ramadan Cetak Santri Moderat dan Melek Zaman

23 Feb 2026, 19:20 WIB Last Updated 2026-02-23T12:22:33Z

 


Kenduri Ramadan Kabupaten Tangerang menjadi ikhtiar nyata dalam membangun pemahaman agama yang utuh dan kontekstual di kalangan generasi muda. Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Muhamad Rapiudin Akbar, sebagai respons atas tantangan berkembangnya cara pandang keagamaan yang sempit dan kurang relevan dengan dinamika sosial modern.


Kegiatan tersebut berlangsung di Majelis Taklim Yayasan Akbar Initiative, berlokasi di Kampung Kebonan, Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, pada Minggu sore. 


Kehadiran langsung Bupati Tangerang dalam acara ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan yang moderat dan berdaya saing.


Menurut Rapiudin yang akrab disapa Dewan Rapi pendidikan agama tidak cukup berhenti pada hafalan teks. Ia menegaskan pentingnya pemahaman konteks sosial, sejarah, dan tantangan zaman agar santri mampu mempraktikkan nilai-nilai Islam secara bijak. 


Program Kenduri Ramadan kali ini diikuti oleh 47 santri dan pelajar dengan latar belakang pendidikan yang beragam.


“Kurikulum kami rancang agar anak-anak tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mampu menalar dan mengaitkan ajaran agama dengan realitas kehidupan,” ujar Dewan Rapi dalam sambutannya.


Materi inti yang diajarkan mencakup studi hadis secara komprehensif mulai dari pemahaman teks, derajat hadis, hingga relevansi penerapannya di masa kini. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan ilmu ketuhanan berbasis logika serta pengantar metode tafsir untuk mencetak calon mufassir yang mumpuni. Saat ini, beberapa santri tercatat telah menghafal antara lima hingga sepuluh juz Al-Qur’an.


Tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan agama, Kenduri Ramadan juga menaruh perhatian pada pengembangan kapasitas diri. Para peserta dibimbing oleh praktisi untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik, menulis konten yang komunikatif, serta memproduksi video dakwah yang adaptif dengan platform digital. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan keagamaan secara positif dan inklusif.


“Kami ingin mereka mampu menyerap ilmu dengan baik, menyampaikannya secara lisan dengan fasih, dan mengemasnya dalam visual yang menarik serta bertanggung jawab,” kata Dewan Rapi.


Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Tegal Kunir Lor, M. Kipang, yang menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tangerang serta dedikasi para pengajar. Ia mengaku bangga melihat semangat para santri dalam menuntut ilmu dan berproses menjadi generasi yang berakhlak serta berpengetahuan.


Melalui Kenduri Ramadan ini, Kabupaten Kabupaten Tangerang diharapkan mampu melahirkan kader-kader intelektual Muslim yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga terampil berkomunikasi, kritis berpikir, dan siap berkontribusi bagi masyarakat di berbagai bidang. ARIS

Iklan