Jakarta, Comunitynews– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar dialog kebangsaan bersama sekitar 1.100 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air, Kamis (15/1). Pertemuan yang berlangsung di Istana Negara itu dihadiri para rektor, dekan, serta guru besar dari kampus negeri maupun swasta.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif langsung Presiden sebagai upaya memperkuat komunikasi dengan kalangan intelektual. Menurutnya, dialog ini bukan bersifat seremonial, melainkan ruang diskusi terbuka antara pemerintah dan dunia akademik.
“Presiden ingin berdialog secara langsung, menyampaikan pandangan sekaligus mendengar masukan dari para akademisi. Ini adalah bagian dari kepemimpinan beliau,” kata Prasetyo kepada awak media di lingkungan Istana Negara.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan perkembangan situasi global yang dinilai semakin dinamis, termasuk tantangan geopolitik dunia serta arah kebijakan strategis pemerintah ke depan. Hal ini dianggap penting agar perguruan tinggi memiliki pemahaman utuh terhadap konteks pembangunan nasional.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Ia mencatat kehadiran perwakilan dari sekitar 365 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari berbagai daerah.
Brian menilai intensitas dialog Presiden dengan civitas akademika dalam setahun terakhir menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan tinggi mendapat perhatian reminder dalam agenda pembangunan nasional.
“Bapak Presiden menaruh harapan besar pada perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak pembangunan bangsa,” ujarnya.
Dialog ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan riset akademik, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang.


