Agam, Comunitynews— Upaya TNI membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat terus diperkuat melalui pengoperasian dapur lapangan di berbagai titik. Dapur umum ini menjadi sumber utama penyediaan makanan bagi warga pengungsi sekaligus prajurit yang tengah melaksanakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pascabencana.
"Melalui Bekangdam XX/Tanjungpura, personel TNI menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji ke lokasi-lokasi terdampak, terutama di sekitar area pembangunan jembatan Bailey, Armco, dan jembatan gantung. Aktivitas memasak berlangsung sejak pagi hingga malam demi memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi.
Di sejumlah lokasi, prajurit TNI bersama masyarakat terlihat bergotong royong menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga membungkus hidangan untuk didistribusikan. Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari masakan berkuah, lauk pauk khas daerah, hingga makanan ringan untuk pengungsi dan petugas di lapangan.
Beberapa dapur lapangan aktif beroperasi di antaranya di Sungai Lasi dan Muaro Busuak Kabupaten Solok, Durian Kilangan dan Kampuang Mahakarya Kabupaten Pasaman Barat, serta Aia Taganang, Kubu Sarunai, Sungai Rangeh, Kampuang Bancah, Salimpuang, Kampuang Jambu, hingga SD Negeri 05 Kayu Pasak di Kabupaten Agam.
Seiring dengan itu, pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai wilayah Sumatera Barat terus dikebut. Sejumlah jembatan Armco dan Bailey telah selesai dibangun dan dapat digunakan masyarakat, sementara lainnya masih dalam tahap penyempurnaan struktur dan akses jalan.
Kehadiran dapur lapangan TNI ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus mendukung percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.


