Jembatan Garoga merupakan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, sehingga keberadaannya sangat vital bagi aktivitas masyarakat serta distribusi logistik pascabencana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mendampingi Presiden menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur berjalan sesuai rencana.
“Bapak Presiden ingin memastikan langsung bahwa pembangunan jembatan ini segera dapat difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat tidak terhambat,” ujar Prasetyo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meninjau area sekitar aliran Sungai Garoga serta menyempatkan diri melihat kondisi permukiman warga yang terdampak bencana. Presiden menekankan pentingnya penanganan pascabencana yang cepat, terukur, dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
Prasetyo menambahkan, kehadiran Presiden di lokasi terdampak menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal proses tanggap darurat hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai daerah rawan bencana.
Sebelum meninjau Jembatan Garoga, Presiden Prabowo terlebih dahulu tiba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar pukul 11.20 WIB. Dari bandara, Presiden langsung melanjutkan agenda kunjungan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Batang Toru.
Peninjauan ini menjadi agenda penutup Presiden di penghujung tahun 2025, sekaligus penegasan bahwa negara hadir untuk memastikan pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat pascabencana berjalan secara berkelanjutan.


