ADS

ads

,

Iklan

Nusron: Santri Harus Siap Bangun Bangsa

19 Apr 2026, 07:45 WIB Last Updated 2026-04-19T00:45:25Z

Cirebon – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengajak santri Pondok Pesantren Al-Bahjah untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dengan memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026).


Dalam kesempatan itu, Nusron menyampaikan bahwa santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi tidak hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai pelaksana kebijakan negara melalui konsep hikmatal hukama. 


“Santri dapat berperan sebagai kader pelaksana kebijakan yang turut menentukan arah pembangunan bangsa,” ujarnya di hadapan Buya Yahya selaku pengasuh pesantren.


Ia menjelaskan, hikmatal hukama merupakan peran strategis dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat yang mendukung proses pengambilan kebijakan di berbagai sektor.


Menurut Nusron, kekuatan suatu negara sangat dipengaruhi oleh penguasaan bidang STEM sebagai fondasi utama. Ia mencontohkan Iran yang dinilai mampu bertahan di tengah tekanan global berkat kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.


Oleh karena itu, Nusron mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan di bidang strategis, termasuk teknologi pangan, energi, dan geologi, guna memperkuat kemandirian nasional.


Ia juga memaparkan sepuluh sektor prioritas yang membutuhkan kontribusi hikmatal hukama, yakni pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.


Di akhir sambutannya, Nusron menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa. Ia menyebut santri sebagai salah satu elemen penting yang akan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia, khususnya saat memasuki usia satu abad.

Iklan