ADS

ads

,

Iklan

Presiden Prabowo Dorong Pemulihan Pascabencana Terpadu, Sekolah dan Layanan Kesehatan Diminta Segera Aktif

2 Jan 2026, 18:50 WIB Last Updated 2026-01-02T11:50:58Z

Aceh Tamiang, ComunitynewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, tidak terbatas pada pembangunan hunian sementara semata. Pemerintah, menurutnya, wajib memastikan layanan publik utama seperti pendidikan dan kesehatan dapat kembali berjalan agar roda kehidupan masyarakat tidak terhenti terlalu lama.



Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan peninjauan pembangunan hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).



Dalam kesempatan itu, Presiden meminta kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan perbaikan sekolah, puskesmas, dan rumah sakit yang terdampak bencana. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas sosial dan pelayanan dasar masyarakat dapat segera pulih.



“Pemulihan tidak boleh parsial. Sekolah dan fasilitas kesehatan harus segera berfungsi kembali supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” kata Prabowo.



Presiden juga menyoroti tingginya tingkat kerusakan permukiman warga. Berdasarkan laporan awal, sekitar 90 ribu rumah di tiga provinsi dilaporkan mengalami kerusakan berat. Untuk itu, Prabowo menekankan perlunya pembaruan dan sinkronisasi data yang akurat sebagai dasar penanganan rumah rusak berat, sedang, maupun ringan.



“Penanganan harus tepat sasaran. Data yang tidak sinkron hanya akan memperlambat pemulihan dan berpotensi menimbulkan ketimpangan,” tegasnya.



Terkait penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Investasi Danantara atas percepatan pembangunan 600 unit huntara. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh proses penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang kuat.



“Koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah mutlak diperlukan agar sumber daya yang kita miliki tidak tumpang tindih dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.



Selain itu, Presiden juga memberikan apresiasi atas percepatan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Ia mencontohkan penyelesaian pembangunan jembatan yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari, jauh lebih cepat dari waktu normal yang biasanya mencapai satu bulan.



Menurut Prabowo, capaian tersebut menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi dan komitmen bersama mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong kerja cepat, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.

Iklan