ADS

ads

,

Iklan

Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar dalam Tiga Dekade Terakhir

13 Jan 2026, 11:40 WIB Last Updated 2026-01-13T04:40:14Z

Balikpapan, Comunitynews— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan beroperasinya kilang hasil proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1). Peresmian ini menjadi penanda penting bagi industri energi nasional, mengingat Indonesia terakhir kali menyelesaikan pembangunan kilang minyak berskala besar lebih dari tiga dekade lalu.



Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa rampungnya RDMP Balikpapan merupakan capaian bersejarah sekaligus bukti kemampuan bangsa dalam membangun infrastruktur energi strategis secara mandiri.



“Terakhir kita meresmikan kilang minyak pada tahun 1994. Hari ini, setelah 32 tahun, Indonesia kembali mampu menyelesaikan proyek kilang besar. Ini adalah pencapaian yang patut kita banggakan,” ujar Prabowo.



RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang milik PT Pertamina (Persero) dengan nilai investasi sekitar USD 7,4 miliar. Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan minyak mentah meningkat signifikan, dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.



Peningkatan kapasitas tersebut berdampak langsung pada bertambahnya produksi berbagai jenis bahan bakar dan produk energi. Kilang Balikpapan kini mampu memproduksi bensin sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun, solar 1,8 juta kiloliter, avtur 640 ribu kiloliter, serta LPG mencapai 336 ribu ton per tahun.



Pemerintah menilai tambahan pasokan ini akan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dan LPG, sekaligus berkontribusi pada penghematan devisa negara yang diperkirakan mencapai Rp68 triliun setiap tahun.



Selain meningkatkan volume produksi, RDMP Balikpapan juga memperkuat kemampuan teknologi pengolahan kilang. Nilai Nelson Complexity Index (NCI) kilang ini naik dari 3,7 menjadi 8, menandakan meningkatnya kompleksitas dan nilai tambah produk yang dihasilkan.



Kualitas BBM yang diproduksi pun telah memenuhi standar emisi setara Euro 5, sehingga lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan agenda nasional penurunan emisi.



Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengoperasian kilang ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Ia menilai ketahanan energi memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara.



“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. RDMP Balikpapan adalah langkah nyata menuju swasembada energi,” tegas Prabowo.



Beroperasinya kilang RDMP Balikpapan diharapkan menjadi pemicu penguatan industri pengolahan energi nasional sekaligus memperkokoh ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Iklan