ADS

ads

iklan

,

Iklan

iklan

Konsolidasi Awal Tahun, Prabowo Mantapkan Agenda Kemandirian Bangsa

6 Jan 2026, 19:02 WIB Last Updated 2026-01-06T12:02:49Z

 

Bogor, ComunitynewsPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai tahun 2026 dengan melakukan konsolidasi internal pemerintahan melalui pertemuan bersama jajaran menteri dan wakil menteri di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap agenda besar Strategi Transformasi Bangsa.



"Prabowo menekankan bahwa strategi tersebut disusun berdasarkan kajian jangka panjang dan pengalaman puluhan tahun, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap situasi global. Tujuan utamanya adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri."



Menurut Kepala Negara, kemandirian nasional harus dimulai dari kemampuan negara menjamin kebutuhan paling mendasar rakyat. Tanpa itu, kemerdekaan dinilai belum sepenuhnya bermakna.



Dalam arahannya, Prabowo menyebut swasembada pangan dan energi sebagai pilar utama transformasi nasional. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor berpotensi melemahkan kedaulatan bangsa, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.



Pemerintah, kata Prabowo, terus memperkuat ketahanan pangan nasional, baik dari sisi ketersediaan komoditas pokok seperti beras, jagung, dan singkong, maupun pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.



Sejumlah capaian konkret pun dipaparkan Presiden. Hingga akhir 2025, Indonesia berhasil mencatatkan cadangan beras nasional lebih dari 3 juta ton, menandai keberhasilan swasembada beras dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah republik.



Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Makan Bergizi Gratis. Program yang telah berjalan selama satu tahun tersebut kini menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.



Prabowo menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan program-program strategis tersebut merupakan bagian dari upaya serius negara untuk memutus rantai kemiskinan dan kelaparan.



Dengan fondasi kemandirian pangan dan energi, Presiden optimistis Indonesia dapat memperkuat daya saing nasional serta tampil sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Iklan