ADS

ads

,

Iklan

Kelas Kimia Digital di Sleman, Inovasi Pembelajaran Bangun Kepedulian dan Cita-Cita Siswa

12 Jan 2026, 15:40 WIB Last Updated 2026-01-12T08:40:25Z


SLEMAN,Comunitynews— Suasana pembelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini tak lagi monoton. Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup, interaktif, dan bermakna bagi siswa kelas XI.



PID merupakan bagian dari program penguatan pendidikan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Teknologi ini dirancang untuk mendorong transformasi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan generasi muda.



Guru Kimia, Yuli Nestiyarum, mengungkapkan bahwa penggunaan PID pada pertemuan awal pembelajaran Kimia disambut antusias oleh siswa kelas XI F1. Aktivitas belajar dirancang dalam beberapa tahapan yang melibatkan kolaborasi, eksplorasi, hingga refleksi diri.



Pada tahap pertama, siswa diajak mengulas kembali materi konfigurasi elektron. Dengan dukungan fitur Lab Maya di Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan, siswa dapat memvisualisasikan konsep Kimia yang sebelumnya dianggap rumit, sehingga lebih mudah dipahami.



Memasuki tahap kedua, pembelajaran dikaitkan dengan isu global yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti perubahan iklim dan pemanasan global. Materi disampaikan melalui gim edukatif yang tersedia di Rumah Pendidikan, sehingga siswa belajar sambil bermain dan berpikir kritis terhadap kondisi lingkungan.



"Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman sains, tetapi juga menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kelestarian alam. Ilmu Kimia diposisikan sebagai bagian dari solusi atas tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini.



Tahap terakhir menjadi bagian yang paling reflektif. Melalui Papan Interaktif Digital, siswa menuliskan mimpi dan cita-cita mereka dengan tema “Aku Ingin Menjadi…”. Aktivitas ini mendorong siswa untuk mengenali potensi diri sekaligus memotivasi mereka dalam menjalani proses pembelajaran.



Yuli berharap, integrasi teknologi dalam pembelajaran mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta visi masa depan yang jelas.



Inovasi pembelajaran Kimia berbasis digital di Sleman ini menjadi contoh bahwa teknologi, jika dimanfaatkan secara tepat, dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan impian generasi penerus bangsa.

Iklan