ADS

ads

,

Iklan

Gerindra Tekankan Percepatan Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Tiga Provinsi

3 Jan 2026, 18:00 WIB Last Updated 2026-01-03T11:00:56Z


Jakarta, ComunitynewsPartai Gerindra kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.



Hal tersebut disampaikan Andi Iwan dalam rapat pembahasan di Gedung DPR RI, Senayan. Ia menilai keberadaan hunian permanen menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda, mengingat banyak korban bencana masih bertahan di hunian sementara atau lokasi pengungsian.



Menurutnya, kepastian tempat tinggal yang layak merupakan kunci utama agar masyarakat dapat kembali menata kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana. Tanpa huntap, proses pemulihan akan berjalan lambat dan warga berisiko terus berada dalam kondisi tidak menentu.



“Hunian tetap adalah titik awal bagi masyarakat untuk bangkit. Pemerintah perlu mempercepat relokasi dan pembangunan rumah permanen agar warga bisa kembali hidup normal,” kata Andi Iwan.



Sebagai legislator dari Partai Gerindra, Andi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan percepatan tersebut. Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait agar mengoptimalkan pemanfaatan aset negara, termasuk lahan milik pemerintah pusat, BUMN, hingga PTPN, yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan huntap.



Ia juga mengusulkan agar penanganan pembangunan hunian permanen dikoordinasikan secara lebih terpusat melalui Kementerian Perumahan, sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tidak tumpang tindih.



Selain pembangunan huntap, Andi Iwan menyoroti penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Menurutnya, pemerintah telah memiliki sejumlah skema bantuan yang dapat dimaksimalkan, seperti program Bedah Rumah, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta bantuan rehabilitasi dari Kementerian Sosial dengan nilai bantuan mencapai puluhan juta rupiah per keluarga.



Dalam upaya menekan biaya pembangunan, Andi juga menilai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal di wilayah terdampak. Ia mencontohkan material kayu yang terbawa banjir dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, asalkan diatur melalui kebijakan yang jelas dan bertanggung jawab.



“Jika dikelola dengan baik, material lokal bisa menjadi solusi efisien sekaligus mengurangi limbah pascabencana,” ujarnya.



Tak hanya fokus pada pemulihan, Andi Iwan juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi. Ia meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus meningkatkan sistem peringatan dini, mengingat intensitas hujan masih berpotensi meningkat.



“Peringatan dini yang akurat sangat penting agar pemerintah daerah dan masyarakat bisa lebih siap menghadapi kemungkinan bencana lanjutan,” tutupnya.

Iklan