ADS

ads

,

Iklan

Pemprov Banten Dorong Peran Aktif Ayah Lewat Gerakan Ambil Rapor Anak

19 Des 2025, 16:48 WIB Last Updated 2025-12-19T09:48:53Z


Serang, ComunitynewsPemerintah Provinsi Banten resmi menginisiasi Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah sebagai langkah strategis memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya membangun pola asuh keluarga yang lebih seimbang dan kolaboratif antara ayah dan ibu.



Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 66 Tahun 2025 yang ditandatangani Gubernur Banten Andra Soni melalui Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi pada 16 Desember 2025. Program ini sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025.



Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah diharapkan menjadi pemantik perubahan budaya pengasuhan di masyarakat. Selama ini, peran pendampingan pendidikan anak kerap dibebankan kepada ibu. Melalui kebijakan ini, Pemprov Banten mendorong peran ayah hadir secara langsung dalam proses pendidikan anak sejak usia dini.



Pemprov Banten menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung dan menyosialisasikan gerakan tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten juga diharapkan menjadi contoh dengan mengajak keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi.



ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah diimbau hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor pada akhir semester. Gerakan ini menyasar seluruh anak usia sekolah mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat.



Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi menyampaikan bahwa pelaksanaan gerakan ini mulai diberlakukan pada Desember 2025, menyesuaikan dengan jadwal pengambilan rapor di masing-masing satuan pendidikan.



“Kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak memiliki dampak psikologis yang sangat besar. Anak yang merasakan kehadiran ayah akan memiliki pengalaman emosional yang berbeda,” ujar Deden, Kamis (18/12/2025).



Ia menegaskan, gerakan ini tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, keterlibatan ayah seharusnya terus hadir dalam berbagai fase kehidupan anak, bukan hanya saat momen pengambilan rapor.



“Harapannya, ayah tidak hanya datang saat pembagian rapor, tetapi terus membersamai anak dalam setiap proses tumbuh dan berkembang,” katanya.



Melalui gerakan ini, Pemprov Banten menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga berkualitas serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini sebagai bagian dari persiapan menuju generasi emas Indonesia.

Iklan