ADS

ads

,

Iklan

Istri Tewas Tertimbun Longsor, Sertu Hamzah Tetap Jalankan Tugas Kemanusiaan

24 Des 2025, 18:33 WIB Last Updated 2025-12-24T11:36:18Z


Aceh Tamiang, Comunitynews-— Musibah longsor yang melanda Aceh Tamiang menyisakan luka mendalam bagi Sersan Satu (Sertu) Hamzah Lubis, prajurit Kodim 0117 Aceh Tamiang. Sang istri, Lelawani (39), meninggal dunia setelah rumah dinas mereka tertimbun material longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Selasa (26/11/2025).


Di tengah duka yang tak terperi, Hamzah memilih tetap menjalankan tugas sebagai prajurit TNI. Keputusan itu diambilnya saat kondisi wilayah masih darurat dan membutuhkan kehadiran aparat untuk membantu evakuasi serta pengamanan warga terdampak.


Longsor terjadi setelah hujan intensitas tinggi mengguyur Aceh Tamiang sejak siang. Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga memutus jalur nasional penghubung Aceh–Langkat, Sumatera Utara. Kodim 0117 pun mengerahkan seluruh personel untuk penanganan awal.


Saat kejadian, Hamzah sempat pulang ke rumah dinas usai piket. Namun melihat situasi semakin genting, ia kembali meninggalkan rumah untuk bertugas.


“Saya berpamitan dengan istri dan anak-anak. Waktu itu saya tidak menyangka akan menjadi perpisahan terakhir,” tutur Hamzah.


Tak lama setelah ia pergi, longsor susulan menghantam area belakang markas. Mendengar kabar tersebut, Hamzah bergegas kembali bersama rekan-rekannya. Rumah dinasnya telah hancur, dan sang istri terjebak di bawah reruntuhan beton.


"Dalam kondisi serba terbatas, Hamzah hanya mampu mendampingi istrinya dengan doa. Anak sulungnya, Fersie Bintang Aura Lubis (16), berhasil diselamatkan meski mengalami luka serius, sementara anak bungsunya, Amanda Aqila Lubis (11), selamat dengan luka ringan".


Jenazah Lelawani baru dapat dievakuasi keesokan harinya setelah alat berat dikerahkan ke lokasi.


Meski berduka, Hamzah tetap menunjukkan keteguhan sebagai prajurit. Beberapa hari setelah kejadian, ia kembali turun ke lapangan membantu evakuasi korban dan distribusi bantuan kemanusiaan.


 “Saya yakin tugas ini juga bagian dari pengabdian untuk almarhumah,” ujarnya singkat.



Kisah Hamzah menjadi cerminan pengabdian tanpa batas seorang prajurit TNI berdiri di antara duka pribadi dan tanggung jawab negara, tetap memilih hadir bagi masyarakat di saat paling sulit.

Iklan