ADS

ads

,

Iklan

Banten Ikut Semarakkan Hakordia 2025 di Yogyakarta, Gaungkan Seruan “Ganyang Korupsi”

6 Des 2025, 21:08 WIB Last Updated 2025-12-06T14:08:23Z


Yogyakarta, ComunitynewsProvinsi Banten turut ambil peran dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 melalui arak-arakan budaya bertema “Ganyang Wabah Korupsi” yang digelar di Kota Yogyakarta pada Sabtu (6/12/2025). Sebanyak 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat hadir sebagai perwakilan Banten dalam kegiatan tersebut.


Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten sekaligus Ketua Forum Penyuluh Antikorupsi (Forpak), Ratu Syafitri Muhayati. Ia mengatakan keikutsertaan Banten bukan hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga sebagai upaya memperkuat edukasi publik mengenai bahaya korupsi.


 “Pawai ini menjadi sarana sosialisasi langsung kepada masyarakat. Kami ingin nilai-nilai antikorupsi dipahami, dihidupi, dan diwariskan,” ujarnya.


Peserta dari Banten terdiri dari akademisi, guru, ASN, Polri, mahasiswa, dan pelaku usaha. Mereka menempuh rute sepanjang 500 meter dari depan Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta sambil membagikan pesan moral tentang pentingnya integritas dan budaya antikorupsi.


Kegiatan pawai budaya Hakordia tahun ini menjadi yang pertama diselenggarakan di luar Jakarta. Seluruh kontingen daerah, termasuk dari Banten, bergabung bersama Perkumpulan Penyuluh Antikorupsi Nasional (Perpaksinasi) yang berada di bawah koordinasi Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Yonathan Demme Tangdilintin dan Kasatgas Sertidaya Eang Sugiarto.


Sepanjang arak-arakan, peserta asal Banten terlihat berinteraksi dengan warga yang menyaksikan pawai dengan memberikan informasi edukasi mengenai integritas dan literasi antikorupsi. Fitri menilai pendekatan budaya dalam kampanye antikorupsi dapat diterima publik dengan cara yang lebih santai dan humanis.


 “Pesan antikorupsi harus dekat dengan masyarakat. Lewat budaya, kampanye ini jadi lebih mudah diterima,” tambahnya.


Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya menjaga komitmen pemberantasan korupsi.


 “Korupsi tidak boleh diberi ruang. Setelah kita lengah, ia akan tumbuh dan menguasai. Karena itu perjuangan ini harus menjadi gerakan kolektif,” tegasnya kepada peserta dan masyarakat.


Selain Perpaksinasi dan kontingen Banten, kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai institusi pemerintah daerah, komunitas budaya, organisasi masyarakat, palajar, mahasiswa, hingga jajaran TNI AU Akademi Angkatan Udara.


Peringatan Hakordia 2025 diharapkan menjadi momentum nasional untuk mendorong budaya antikorupsi yang inklusif serta memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai integritas bangsa.

Iklan